Rabu, 11 Februari 2015

Hari ini...10 februari 2015 Sudah 2 minggu perasaan ini muncul.....rasa takut akan kematian selalu mengikutiku kemanapun aku pergi...aku tidak tahu harus bagaimana... Ketika muda dulu...aku pernah merasakan hal ini namun tidak seperti sekarang.... Ketika aku takut kematian..dulu aku mengurangi ibadahku..lalu perasaan itu hilang... Namun sekarang aku tidak akan pernah mau melepaskan ibadah yang sudah menjadi kewajibanku kepada sang khalik... Ya rabb kuatkan aku..aku ingin menjadi hambaMu yangs holehah...masukkan aku ke dalam surgaMu....amin ya rabbal 'alamin... Apa mungkin juga karena aku terlalu jenuh dengan kegiatan hari-hariku hingga aku jarang bertegur sapa dengan oranglain...dan aku merasa sendiri.... Mudah2n ini hanyalah pikiranku saja.... Rasa akan mati saat ini juga selalu terus mengikutiku bagaimana kalo aku mati saat ini juga....mudah-mydahan ini hanya godaan dari syetan agar aku tidak dekat dengan rabbku....istiqomahkan aku ya Allah....

Kamis, 21 Januari 2010

tugas UAS Urgensi Pendidikan akhlak bagi remaja

URGENSI PENDIDIKAN AKHLAK BAGI REMAJA

MAKALAH

Diajukan sebagai salah satu tugas
Mata kuliah Tekhnik Penulisan Karya Ilmiah

Dosen Pembimbing : Mulyawan S. Nugraha, , M.Ag, M.Pd








Disusun Oleh :
Irda Winiar
NIM.0891.01.1048

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUKABUMI (STAIS)
Jl. Veteran I No. 36 Telp. (0266) 225 464
SUKABUMI
2009

KATA PENGANTAR
   
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Illahi Robbi, sholawat serta salam semoga tercurah kepada junjunan kita Nabi Besar Muhammad SAW, karena berkat rahmat dan inayah-Nya lah Penyusun dapat menyusun makalah ini.
Dalam kesempatan ini Penyusun menguraikan tentang : “URGENSI PENDIDIKAN AKHLAK BAGI REMAJA”. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Tekhnik Penulisan Karya Ilmiah.
Segenap daya dan upaya penulis curahkan untuk menyelesaikan tugas makalah ini namun sebagai manusia/insan fana, tak lepas dari berbagai kesalahan dan kekhilapan, tentu saja penyusunan makalah ini mungkin banyak terdapat kesalahan dan kekurangan baik dari sesi redaksi maupun sesi kajian isi. Keterbatasan akan ilmu, wawasan dan kemampuan penulis, yang menjadikan semua itu. Berdasar itu saran dan kritik yang membangun kami nantikan demi menuju kesempurnaan makalah selanjutnya.
Makalah ini dapat diselesaikan tak lepas dari bantuan dosen pembimbing serta dari berbagai pihak, baik berupa bantuan moril maupun bantuan materil, secara langsung maupun tidak langsung. Maka penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya dan setinggi-tingginya kepada semua pihak, semoga bantuan yang diberikan mendapat ganjaran yang setimpal dari Allah SWT. Amiin.
Mudah-mudahan makalah yang kami susun ini, dapat menjadikan sumber informasi dan sebagai penambah ilmu yang bermanfaat bagi pembaca.
Sukabumi, Desember 2009

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latarbelakang Masalah 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Penulisan 2
D. Sistematika penulisan 2
BAB II URGENSI PENDIDIKAN AKHLAK BAGI REMAJA 4
1. Konsep Pendidikan Akhlak 4
2. Konsep Remaja 6
3.Karakteristik Masa Remaja 8
a. Masa Remaja adalah periode Penting 8
b. Masa Remaja adalah masa peralihan 9
c. Masa remaja adalah periode perubahan 9
d. Masa Remaja adalah pencarian identitas diri 9
e. Masa Remaja adalah usia bermasalah 10
f. Masa Remaja adalah usia yang ditakutkan 10
g. Masa Remaja adalah masa yang tidak realistis 10
h. Masa Remaja adalah ambang dari masa dewasa 10
4.Faktor yang mempengaruhi Akhlak Remaja 11
5. Pengaruh Pendidikan terhadap Akhlak 12
6. Urgensi Pendidikan Akhlak bagi Remaja 13
BAB III PENUTUP 15
A. Simpulan 15
B. Saran 16
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1. LATARBELAKANG MASALAH
Remaja adalah asset berharga untuk menggapai sebuah Negara yang kuat. Ada peribahasa arab yang mengatakan “Remaja adalah pemimpin di masa depan”. Dengan itu kita ketahui bahwa kunci masa depan terletak di tangan remaja.Sebagai calon pemimpin, remaja dituntut memiliki pemikiran yang cerdas serta sikap atau akhlak yang baik.
Dewasa ini, bukan rahasia umum lagi bahwa remaja kita banyak dipengaruhi oleh globalisasi. Globalisasi menurut mereka adalah dimana mereka dengan bebas melakukan apapun yang mereka ingin lakukan. Pada masa remaja inilah manusia selalu ingin mencoba hal-hal baru, tidak penting itu baik atau buruk bagi mereka; cukup dengan penilaian bahwa mereka tidak ketinggalan zaman. Sehingga banyak dikalangan remaja terjerumus pergaulan bebas,diantaranya pemakaian obat-obatan terlarang hingga melakukan seks bebas.
Ironis memang, tetapi inilah kenyataan objektif dalam kehidupan dikalangan remaja. Tentu saja masalah ini tidak berdiri sendiri, tetapi banyak faktor yang menjadi penyebabnya, yang antara lain karena keluarga yang broken home, kurangnya pendidikan agama, miskinnya pendidikan akhlak, atau karena kesalahan memilih teman.
Pembentukan budi pekerti yang baik adalah tujuan utama dalam pendidikan Islam. Karena dengan budi pekerti itulah tercermin pribadi yang mulia, sedangkan pribadi yang mulia itu adalah pribadi yang utama yang ingin dicapai dalam mendidik anak dalam keluarga. Namun sayangnya, tidak semua orang tua mampu melakukannya.

Oleh karena itu, pendidikan akhlak bagi remaja harus diberikan kepada para remaja agar mereka tidak salah melangkah dan mempunyai fondasi yang kuat dalam pemahaman mereka untuk meraih masa depan mereka dan bisa memberikan yang terbaik bagi agama dan Negara.

2. RUMUSAN MASALAH
1. Apa konsep dari pendidikan Akhlak ?
2. Apa konsep dari remaja itu ?
3. Bagaimana bentuk karakteristik remaja ?
4. Faktor apa saja yang mempengaruhi akhlak remaja?
5. Apa pengaruh pendidikan terhadap akhlak remaja ?
6. Apa urgensi pendidikan akhlak bagi remaja ?

3. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui konsep mengenai pendidikan Akhlak.
2. Untuk mengetahui konsep mengenai remaja.
3. Untuk menganalisa bentuk karakteristik remaja.
4. Untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi akhlak remaja.
5. Untuk mengetahui pengaruh pendidikan terhadap akhlak remaja.
6. Untuk menjelaskan urgensi pendidikan akhlak bagi remaja.

4. SISTEMATIKA PENULISAN
Dalam makalah ini penulis akan membahas masalah-masalah yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Adapun sistematika penulisan makalh ini meliputi tiga bab, yaitu :
BAB I : Pendahuluan , akan membahas tentang latarbelakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, sistematika penulisan.
BAB II : Urgensi Pendidikan Akhlak bagi Remaja, akan membahas tentang konsep pendidikan akhlak, konsep remaja, karakteristik masa remaja, factor yang mempengaruhi akhlak remaja, pengaruh pendidikan agama terhadap akhlak remaja, serta urgensi pendidikan akhlak bagi remaja.
BAB III: Penutup, akan membahas mengenai simpulan dan saran.

BAB II
URGENSI PENDIDIKAN AKHLAK BAGI REMAJA
1. Konsep Pendidikan Akhlak
Pendidikan agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam,yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ini dapat memahami, menghayati,mengamalkan ajaran agama Islam sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akherat (Zakiyah Darajat, dkk, 1992: 86).
Crow (dalam Supriyatno, 2001) mengatakan bahwa pendidikan diinterpretasikan dengan makna untuk mempertahankan individu dengan kebutuhan-kebutuhan yang senantiasa bertambah dan merupakan suatu harapan untuk dapat mengembangkan diri agar berhasil serta untuk memperluas, mengintensifkan ilmu pengetahuan dan memahami elemen-elemen yang ada disekitarnya. Pendidikan juga mencakup segala perubahan yang terjadi sebagai akibat dari partisipasi individu dalam pengalaman-pengalaman dan belajar.
Pendidikan merupakan pengaruh lingkungan terhadap individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan perilaku, pikiran dan sikapnya (Thompson, 1993). Sedangkan Darnelawati (1994) berpendapat bahwa pendidikan formal adalah pendidikan di sekolah yang berlangsung secara teratur dan bertingkat mengikuti syarat-syarat yang jelas dan ketat. Tujuan pendidik adalah untuk memperkaya budi pekerti, pengetahuan dan untuk menyiapkan seseorang agar mampu dan trampil dalam suatu bidang pekerjaan tertentu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), pendidikan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek-obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan tersebut diperoleh secara formal yang berakibat individu mempunyai pola pikir dan perilaku sesuai dengan pendidikan yang telah diperolehnya.
Akhlak dapat ditafsirkan sebagai budi pekerti dan sifat-sifat mulia. Setiap orang seharusnya mempunyai akhlak atau sifat-sifat yang baik dan mulia karena dengan berbudi pekerti manusia akan dapat hidup dengan aman dan bahagia dan sudah semestinya kebahagiaan perlu dimiliki oleh semua orang kerana keadaan itu adalah fitrah manusia itu sendiri. Rangkaian di antara iman, ilmu, akhlak dan amal mestilah ada pada semua manusia karena keempat perkara tersebutsaling berkaitan di antara satu sama lain. Akhlak amat penting kerana Rasulullah s.a.w. sendiri telah diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Hal ini telah dinyatakan dalam sabda Rasulullah s.a.w. yang artinya: "Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (Riwayat Bukhari).
Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa ketinggian ilmu tidak memadai kerana terdapat ramai orang yang berilmu tetapi akhlaknya rendah. Begitu juga dengan iman dan amal. Keempat-empat perkara ini mesti digabungkan dan hendaklah mempunyai nilai kualiti yang tinggi. Akhlak merupakan salah satu ajaran asas agama Islam sehingga Rasulullah s.a.w. pernah mendefinisikan agama itu dengan akhlak yang baik.
Islam menjadikan akhlak yang baik sebagai bukti dan hasil daripada ibadah kepada Allah S.W.T. seperti solat, puasa, zakat dan haji. Hal ini dijelaskan dalam al-Quran seperti berikut:
Firman Allah S.W.T.:

                        

Artinya : ”Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Surat Al-‘Ankabut :45)
Peranan akhlak dalam menentukan pribadi seseorang tidak boleh diragukan lagi. Proses pembentukannya adalah selaras dengan perkembangan jiwa seseorang itu. Untuk membentuk akhlak yang baik memang sulit tetapi setiap Muslim itu seharusnya berusaha ke arah membentuk kesempurnaan akhlak seperti yang dituntut oleh agama Islam.
Sedangkan Akhlak menurut Muhammad bin ‘Ilaan Ash-Shadieqy (1971: 76) adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa. Dari jiwa itu timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah(tanpa ada dorongan dari orang lain). Al-Qurthuby (1913) berpendapat bahwa akhlak adalah Suatu perbuatan manusia yang bersumber dari adab kesopanannya disebut akhlak, karena perbuatan itu termasuk bagian dari kejadiannya.
Dari konsep kedua kata di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan akhlak adalah proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman lebih tinggi mengenai adab kesopanan dalam perbuatan yang dilakukan.

2. Konsep Remaja
Sebenarnya masa remaja adalah masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari kanak-kanak menuju dewasa. Atau dapat dikatakan bahwa masa remaja adalah perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai masa dewasa. Anak-anak jelas kedudukannya, yaitu yang belum dapat hidup sendiri, belum matang dari segala segi, tubuh masih kecil, organ-organ belum dapat menjalankan fungsinya secara sempurna, kecerdassan, emosi dan hubungan sosial belum selesai pertumbuhannya. Hidupnya masih bergantung pada orang dewasa, belum dapat diberi tanggng jawab atas segala hal. Dan mereka menerima kedudukan seperti itu.
Karena itulah maka ahli-ahli jiwa tidak mempunyai kata sepakat tentang betapa panjangnya masa remaja tersebut, maka mereka hanya sepakat dalam penentuan permulaan masa remaja, yaitu dengan dimulainya kegoncangan, yang ditandai dengan datangnya Haid (menstruasi) pertama bagi wanita, dan Mimpi pada pria.kejadian yang menentukan ini tidak sama antara satu anak dengan anak yang lainnya, ada yang dimulai pada umur 12 Tahun, tapi ada pula yang baru berumur 11 Tahun. Tapi secara rata-rata terjadi pada umur 13 Tahun sebagai permulaan masa remaja (Adolesen) sedangkan akhir masa remaja itu, bermacam-macam seperti yang kita terangkan diatas , ahli-ahli tidak sepakat dalam hal ini. Ada yang mengatakan berumur 15 tahun, ada pula yang mengatakan berumur 18 tahun, bahkan dalam bidang kemantapan beragama umur itu oleh ahli jiwa di perpanjang lagi sampai 24 atau 25 tahun. Batas-batas umur yang bermacam-macam itu baik yang berumur 15, 18, 21, maupun 25 tahun adalah wajar dan cocok bagi masing-masing masyarakat,sesuai dengan nilai dan ukurannya sendiri.
Kendatipun bermacam-macam umur yang di tentukan sebagai batas yang menentukan masa remaja, namun pada umumnya para ahli mengambil patokan ± antara 13-21 tahun adalah umur remaja.
Sedang yang khususnya mengenai perkembangan jiwa agama dapat diperpanjang menjadi ± 13-24 tahun.
Masa remaja adalah masa penuh masa kegoncangan jiwa, berada dalam masa peralihan diatas jembatan goyang, yang menghubungkan masa kanak-kanak yang penuh keberuntungan, dengan masa dewasa yang matang dan berdiri sendiri.
Kendatipun masa remaja itu tidak ada batas umur yang tegas, yang apat ditujukan, namun dapat kita kira-kirakan dan perhitungkan sesuai dengan masyarakat lingkugan remaja itu sendiri. Kendtipun besar ataupun kecil kegoncangan yang dialami oleh remaja-remaja dari berbagai tingkat masyarakat, namun dapat dipastikan bahwa kegoncangan remaja itu ada terjadi. Dalam kondisi jiwa yang demikian, agama mempunyai peranan penting dalam kehidupan remaja. Memang, kadang-kadang kita melihat keyakinan remaja terombang ambing, tidak tetap, bahkan kadang-kadang berubah, sesuai dengan perubahan perasaan yang dilaluinya. Suatu hal yang tidak bisa disangkal, adalah bahwa remaja-remaja itu secara potensial telah beragama.
Masa remaja sebagai periode perkembangan yang paling penting bagi individu pada kenyataannya merupakan suatu periode yang sarat dengan perubahan dan rentan munculnya masalah. Meskipun demikian adanya pemahaman yang baik serta penanganan yang tepat terhadap remaja merupakan faktor penting bagi keberhasilan remaja di kehidupan selanjutnya, mengingat masa ini merupakan masa yang paling menentukan. Selain itu perlu adanya kerjasama dari remaja itu sendiri, orang tua, guru dan pihak-pihak lain yang terkait agar perkembangan remaja di bidang pendidikan terutama pendidikan akhlak dan bidang-bidang lainnya dapat dilalui secara terarah, sehat dan bahagia.

3. Karakteristik Masa Remaja
Sebagai periode yang paling penting, masa remaja ini memiliki karakterisitik yang khas jika dibanding dengan periode-periode perkembangan lainnya. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:
a. Masa remaja adalah periode yang penting
Periode ini dianggap sebagai masa penting karena memiliki dampak langsung dan dampak jangka panjang dari apa yang terjadi pada masa ini. Selain itu, periode ini pun memiliki dampak penting terhadap perkembangan fisik dan psikologis individu, dimana terjadi perkembangan fisik dan psikologis yang cepat dan penting. Kondisi inilah yang menuntut individu untuk bisa meynesuaikan diri secara mental dan melihat pentingnya menetapkan suatu sikap, nilai-nilai dan minat yang baru.

b. Masa remaja adalah masa peralihan
Periode ini menuntut seorang anak untuk meninggalkan sifat-sifat kekanakkanakannya dan harus mempelajari pola-pola perilaku dan sikap-sikap baru untuk menggantikan dan meninggalkan pola-pola perilaku sebelumnya. Selama peralihan dalam periode ini, seringkali seseorang merasa bingung dan tidak jelas menangani peran yang dituntut oleh lingkungan. Misalnya, pada saat individu menampilkan perilaku anak-anak maka mereka akan diminta untuk berperilaku sesuai dengan usianya, namun pada kebalikannya jika individu mencoba untuk berperilaku seperti orang dewasa sering dikatakan bahwa mereka berperilaku terlalu dewasa untuk usianya.



c. Masa remaja adalah periode perubahan
Perubahan yang terjadi pada periode ini berlangsung secara cepat, perubahan fisik yang cepat membawa konsekuensi terjadinya perubahan sikap dan perilaku yang juga cepat. Terdapat lima karakteristik perubahan yang khas dalam periode ini yaitu, (1) peningkatan emosionalitas, (2) perubahan cepat yang menyertai kematangan seksual, (3) perubahan tubuh, minat dan peran yang dituntut oleh lingkungan yang menimbulkan masalah baru, (4) karena perubahan minat dan pola perilaku maka terjadi pula perubahan nilai, dan (5) kebanyakan remaja merasa ambivalent terhadap perubahan yang terjadi.
d. Masa remaja adalah usia bermasalah
Pada periode ini membawa masalah yang sulit untuk ditangani baik bagi anak laki-laki maupun perempuan. Hal ini disebabkan oleh dua lasan yaitu : pertama,pada saat anak-anak paling tidak sebagian masalah diselesaikan oleh orang tua atau guru, sedangkan sekarang individu dituntut untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Kedua, karena mereka dituntut untuk mandiri maka seringkali menolak untuk dibantu oleh orang tua atau guru, sehingga menimbulkan kegagalan-kegagalan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
e. Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri
Pada periode ini, konformitas terhadap kelompok sebaya memiliki peran penting bagi remaja. Mereka mencoba mencari identitas diri dengan berpakaian, berbicara dan berperilaku sebisa mungkin sama dengan kelompoknya. Salah satu cara remaja untuk meyakinkan dirinya yaitu dengan menggunakan simbol status,seperti mobil, pakaian dan benda-benda lainnya yang dapat dilihat oleh orang lain.
f. Masa remaja adalah usia yang ditakutkan
Masa remaja ini seringkali ditakuti oleh individu itu sendiri dan lingkungan.Gambaran-gambaran negatif yang ada dibenak masyarakat mengenai perilaku remaja mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan remaja. Hal ini membuat para remaja itu sendiri merasa takut untuk menjalankan perannya dan enggan meminta bantuan orang tua atau pun guru untuk memecahkan masalahnya.

g. Masa remaja adalah masa yang tidak realistis
Remaja memiliki kecenderungan untuk melihat hidup secara kurang realistis,mereka memandang dirinya dan orang lain sebagaimana mereka inginkan dan bukannya sebagiai dia sendiri. Hal ini terutama terlihat pada aspirasinya, aspiriasi yang tidak realitis ini tidak sekedar untuk dirinya sendiri namun bagi keluarga,teman. Semakin tidak realistis aspirasi mereka maka akan semakin marah dan kecewa apabila aspirasi tersebut tidak dapat mereka capai.
h. Masa remaja adalah ambang dari masa dewasa
Pada saat remaja mendekati masa dimana mereka dianggap dewasa secara hukum,mereka merasa cemas dengan stereotype remaja dan menciptakan impresi bahwa mereka mendekati dewasa. Mereka merasa bahwa berpakaian dan berperilaku seperti orang dewasa sringkali tidak cukup, sehingga mereka mulai untuk memperhatikan perilaku atau simbol yang berhubungan dengan status orang dewasa seperti merokok, minum, menggunakan obat-obatan bahkan melakukan hubungan seksual.

4. Faktor yang mempengaruhi Akhlak Remaja
1. Faktor Keluarga
Keluarga merupakan kunci utama dari pembentukan akhlak remaja. Menurut Zuhairini dkk (1995: 182) bahwa pendidikan keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama, tempat anak didik pertama-tama menerima pendidikan dan bimbingan dari orang tua atau anggota keluarga lainnya. Di dalam keluarga inilah tempat meletakkan dasar-dasar kepribadian anak didik pada usia yang masih muda, karena pada usia ini anak lebih peka terhadap pengaruh dari pendidikan (orang tua dan anggota lain).
2. Kurangnya pendidikan dan pemahaman terhadap ajaran agama.
Sebagai model seharusnya orang tua memberikan contoh yang terbaik bagi anak dalam keluarga. Sikap dan perilaku orang tua harus mencerminkan akhlak yang mulia. Oleh karena itu Islam mengajarkan kepada orang tua agar selalu mengajarkan sesuatu yang baik-baik saja kepada anak mereka.
Salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Abdur Razzaq Said bin Mansur yang terdapat dalam buku Abdullah Nasikh Ulwani (1999: 186)
Pembentukan budi pekerti yang baik adalah tujuan utama dalam pendidikan Islam. Karena dengan budi pekerti itulah tercermin pribadi yang mulia, sedangkan pribadi yang mulia itu adalah pribadi yang utama yang ingin dicapai dalam mendidik anak dalam keluarga. Namun sayangnya, tidak semua orang tua mampu melakukannya. Buktinya dalam kehidupan di masyarakat sering ditemukan anak-anak nakal dengan sikap dan perilaku yang tidak hanya terlibat dalam perkelahian, tetapi juga terlibat dalam pergaulan bebas,perjudian, pencurian, narkoba, dan sebagainya.
3. Faktor Lingkungan Sekitar
Lingkungan sekitar tempat remaja tumbuh dan menyerap segala bentuk aktifitas yang dilakukan. Apabila lingkungan tempat tumbuh itu sudah tercemar oleh hal-hal negatif yang bisa merusak akhlak remaja, maka tentu akhlak remaja tersebut tidak akan menjadibaik karena pengaruh dari lingkungan sekitarnya.
4. Faktor Teman Sebaya.
Manusia dikenal dengan siapa dia bergaul atau berteman.Maka teman sebaya adalah cermin dari diri kita sendiri.Remaja akan mudah dipengaruhi oleh teman sebaya, karena yang sering mereka temui dalam kegiatan sehari-hari adalah teman sebaya. Selain itu, teman sebaya merupakan tempat para remaja berkeluh kesah (curhat), saling berbagi pengalaman
5. Faktor Media Massa atau tekhnologi.
Dewasa ini tekhnologi menjadi tren atau sebuah mode,orang yang tidak mengenal tekhnologi dianggap gaptek. Dan tekhnologi ini juga sangatberpengaruh terhadap akhlak remaja.
5. Pengaruh Pendidikan Agama Terhadap Akhlak
Dalam Pendidikan Agama Islam, pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar untuk mengembangkan intelektualitas dalam arti bukan hanya meningkatkan kecerdasan saja, melainkan juga mengembangkan seluruh aspek kepribadian manusia, yang mencakup aspek keimanan, moral atau mental, prilaku dan sebagainya.
Pembinaan kepribadian atau jiwa utuh hanya mungkin dibentuk melalui pengaruh lingkungan khususnya pendidikan. Sasaran yang ditempuh atau dituju dalam pembentukan kepribadian ini adalah kepribadian yang memiliki akhlak yang mulia dan tingkat kemulian akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan.
Dalam pembentukan akhlak siswa, hendaknya setiap guru menyadari bahwa dalam pembentukan akhlak sangat diperlukan pembinaan dan latihan-latihan akhlak pada siswa bukan hanya diajarkan secara teoritis, tetapi harus diajarkan ke arah kehidupan praktis.
Agama sebagai unsur esensi dalam kepribadian manusia dapat member peranan positif dalam perjalanan kehidupan manusia, selain kebenarannya masih dapat diyakini secara mutlak.
Dalam hal pembentukan akhlak remaja, pendidikan agama mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupannya. Pendidikan agama berperan sebagai pengendali tingkah laku atau perbuatan yang terlahir dari sebuah keinginan yang berdaran emosi. Jika ajaran agama sudah terbiasa dijadikannya sebagai pedoman dalam kehidupannya sehari-hari dan sudah ditanamkannya sejak kecil, maka tingkah lakunya akan lebih terkendali dalam menghadapi segala keinginankeinginannya yang timbul.
6. Urgensi Pendidikan Akhlak Bagi Remaja
Urgensi dari pendidikan akhlak dalam Islam adalah untuk membentuk manusia yang bermoral baik, keras kemauan, sopan dalam berbicara dan perbuatan, mulia dalam tingkah laku perangai, bersifat bijaksana, sempurna, sopan dan beradab, ikhlas, jujur dan suci. Dengan kata lain pendidikan akhlak bertujuan untuk melahirkan manusia yang memiliki keutamaan (al-fadhilah). Berdasarkan tujuan ini, maka setiap saat, keadaan, pelajaran, aktifitas, merupakan sarana pendidikan akhlak. Dan setiap pendidik harus memelihara akhlak dan memperhatikan akhlak di atas segala-galanya.
Barmawie Umary dalam bukunya materi akhlak menyebutkan bahwa tujuan berakhlak adalah hubungan umat Islam dengan Allah SWT dan sesama makhluk selalu terpelihara dengan baik dan harmonis.
Sedangkan Omar M. M.Al-Toumy Al-syaibany, tujuan akhlak adalah menciptakan kebahagian dunia dan akhirat, kesempurnaan bagi individu dan menciptakan kebahagian, kemajuan, kekuataan dan keteguhan bagi masyarakat.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan akhlak pada prisnsipnya adalah untuk mencapai kebahagian dan keharmonisan dalam berhubungan dengan Allah SWT, di samping berhubungan dengan sesama makhluk dan juga alam sekitar, hendak menciptakan manusia sebagai makhluk yang tinggi dan sempurna serta lebih dari makhluk lainnya.
Pendidikan agama berkaitan erat dengan pendidikan akhlak, tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa pendidikan akhlak dalam pengertian Islam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pendidikan agama. Sebab yang baik adalah yang dianggap baik oleh agama dan yang buruk adalah apa yang dianggap buruk oleh agama. Sehingga nilai-nilai akhlak, keutamaan akhlak dalam masyarakat Islam adalah akhlak dan keutamaan yang diajarkan oleh agama.











BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
1. Konsep Pendidikan Akhlak
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), pendidikan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek-obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan tersebut diperoleh secara formal yang berakibat individu mempunyai pola pikir dan perilaku sesuai dengan pendidikan yang telah diperolehnya.
Akhlak dapat ditafsirkan sebagai budi pekerti dan sifat-sifat mulia. Setiap orang seharusnya mempunyai akhlak atau sifat-sifat yang baik dan mulia karena dengan berbudi pekerti manusia akan dapat hidup dengan aman dan bahagia dan sudah semestinya kebahagiaan perlu dimiliki oleh semua orang kerana keadaan itu adalah fitrah manusia itu sendiri. Rangkaian di antara iman, ilmu, akhlak dan amal mestilah ada pada semua manusia karena keempat-empat perkara tersebut saling berkaitan di antara satu sama lain.
Dari konsep kedua kata di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan akhlak adalah proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman lebih tinggi mengenai adab kesopanan dalam perbuatan yang dilakukan.
2. Konsep Remaja
Masa remaja sebagai periode perkembangan yang paling penting bagi individu pada kenyataannya merupakan suatu periode yang sarat dengan perubahan dan rentan munculnya masalah. Meskipun demikian adanya pemahaman yang baik serta penanganan yang tepat terhadap remaja merupakan faktor penting bagi keberhasilan remaja di kehidupan selanjutnya, mengingat masa ini merupakan masa yang paling menentukan. Selain itu perlu adanya kerjasama dari remaja itu sendiri, orang tua, guru dan pihak-pihak lain yang terkait agar perkembangan remaja di bidang pendidikan terutama pendidikan akhlak dan bidang-bidang lainnya dapat dilalui secara terarah, sehat dan bahagia.


3. Karakteristik Masa Remaja
a. Masa remaja adalah periode yang penting
b. Masa remaja adalah masa peralihan
c. Masa remaja adalah periode perubahan
d. Masa remaja adalah usia bermasalah
e. Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri
f. Masa remaja adalah usia yang ditakutkan
g. Masa remaja adalah masa yang tidak realistis
h. Masa remaja adalah ambang dari masa dewasa

4. Faktor yang mempengaruhi akhlak remaja
1. Faktor Keluarga
2. Kurangnya pendidikan dan pemahaman terhadap ajaran agama
3. Faktor Lingkungan Sekitar
4. Faktor Teman Sebaya
5. Faktor Media Massa atau tekhnologi

5. Pengaruh Pendidikan Agama terhadap Akhlak Remaja
Dalam hal pembentukan akhlak remaja, pendidikan agama mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupannya. Pendidikan agama berperan sebagai pengendali tingkah laku atau perbuatan yang terlahir dari sebuah keinginan yang berdaran emosi. Jika ajaran agama sudah terbiasa dijadikannya sebagai pedoman dalam kehidupannya sehari-hari dan sudah ditanamkannya sejak kecil, maka tingkah lakunya akan lebih terkendali dalam menghadapi segala keinginankeinginannya yang timbul.

6. Urgensi Pendidikan Akhlak bagi Remaja
Urgensi dari pendidikan akhlak dalam Islam adalah untuk membentuk manusia yang bermoral baik, keras kemauan, sopan dalam berbicara dan perbuatan, mulia dalam tingkah laku perangai, bersifat bijaksana, sempurna, sopan dan beradab, ikhlas, jujur dan suci. Dengan kata lain pendidikan akhlak bertujuan untuk melahirkan manusia yang memiliki keutamaan (al-fadhilah). Berdasarkan tujuan ini, maka setiap saat, keadaan, pelajaran, aktifitas, merupakan sarana pendidikan akhlak. Dan setiap pendidik harus memelihara akhlak dan memperhatikan akhlak di atas segala-galanya.

B. SARAN
Pembahasan pendidikan akhlak remaja dalam makalah yang kami susun memang terbatas. Oleh karena itu, pembaca hendaknya mecari referensi yang lain untuk melengkapi informasi tentang urgensi pendidikan akhlak bagi remaja. Dan kami pun senantiasa menunggu saran dari para pembaca, khususnya dosen mata kuliah TPKI yang tujuannya tiada lain untuk perbaikan penyusunan makalah selanjutnya yang lebih baik.



















DAFTAR PUSTAKA


Atkinson & Atkinson. 1998. Pengantar Psikologi, edisi kesebelas. Batam : Interaksara.

Hasbullah. 2005. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, cetakan ke-4. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Daradjat, Zakiah, dkk. 1992. Ilmu Pendidikan Islam, cetakan ke-2.Jakarta:Bumi Aksara.

AR, Zahruddin. 2004. Pengantar Ilmu Akhlak, cetakan ke-1. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Ardani, Moh. 2005. Akhlak Tasawuf cetakan ke-2. PT. Mitra Cahaya Utama.

Uhbiyati, Nur. 2008. Ilmu Pendidikan Islam cetakan ke-2 .Bandung: CV. Pustaka Setia

pendidikan.infogue.com/

www.muslimdelft.nl/.../pendidikan-akhlak-antara-islam-dan-globalisasi

risalahnur.com/

www.mail-archive.com/milis...com/msg00576.html

tugas UAS Urgensi Pendidikan akhlak bagi remaja

URGENSI PENDIDIKAN AKHLAK BAGI REMAJA

MAKALAH

Diajukan sebagai salah satu tugas
Mata kuliah Tekhnik Penulisan Karya Ilmiah

Dosen Pembimbing : Mulyawan S. Nugraha, , M.Ag, M.Pd








Disusun Oleh :
Irda Winiar
NIM.0891.01.1048

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUKABUMI (STAIS)
Jl. Veteran I No. 36 Telp. (0266) 225 464
SUKABUMI
2009

BAB I
PENDAHULUAN
1. LATARBELAKANG MASALAH
Remaja adalah asset berharga untuk menggapai sebuah Negara yang kuat. Ada peribahasa arab yang mengatakan “Remaja adalah pemimpin di masa depan”. Dengan itu kita ketahui bahwa kunci masa depan terletak di tangan remaja.Sebagai calon pemimpin, remaja dituntut memiliki pemikiran yang cerdas serta sikap atau akhlak yang baik.
Dewasa ini, bukan rahasia umum lagi bahwa remaja kita banyak dipengaruhi oleh globalisasi. Globalisasi menurut mereka adalah dimana mereka dengan bebas melakukan apapun yang mereka ingin lakukan. Pada masa remaja inilah manusia selalu ingin mencoba hal-hal baru, tidak penting itu baik atau buruk bagi mereka; cukup dengan penilaian bahwa mereka tidak ketinggalan zaman. Sehingga banyak dikalangan remaja terjerumus pergaulan bebas,diantaranya pemakaian obat-obatan terlarang hingga melakukan seks bebas.
Ironis memang, tetapi inilah kenyataan objektif dalam kehidupan dikalangan remaja. Tentu saja masalah ini tidak berdiri sendiri, tetapi banyak faktor yang menjadi penyebabnya, yang antara lain karena keluarga yang broken home, kurangnya pendidikan agama, miskinnya pendidikan akhlak, atau karena kesalahan memilih teman.
Pembentukan budi pekerti yang baik adalah tujuan utama dalam pendidikan Islam. Karena dengan budi pekerti itulah tercermin pribadi yang mulia, sedangkan pribadi yang mulia itu adalah pribadi yang utama yang ingin dicapai dalam mendidik anak dalam keluarga. Namun sayangnya, tidak semua orang tua mampu melakukannya.

Oleh karena itu, pendidikan akhlak bagi remaja harus diberikan kepada para remaja agar mereka tidak salah melangkah dan mempunyai fondasi yang kuat dalam pemahaman mereka untuk meraih masa depan mereka dan bisa memberikan yang terbaik bagi agama dan Negara.

2. RUMUSAN MASALAH
1. Apa konsep dari pendidikan Akhlak ?
2. Apa konsep dari remaja itu ?
3. Bagaimana bentuk karakteristik remaja ?
4. Faktor apa saja yang mempengaruhi akhlak remaja?
5. Apa urgensi pendidikan akhlak bagi remaja ?

3. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui konsep mengenai pendidikan Akhlak.
2. Untuk mengetahui konsep mengenai remaja.
3. Untuk menganalisa bentuk karakteristik remaja.
4. Untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi akhlak remaja.
5. Untuk menjelaskan urgensi pendidikan akhlak bagi remaja.

4. SISTEMATIKA PENULISAN
Dalam makalah ini penulis akan membahas masalah-masalah yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Adapun sistematika penulisan makalh ini meliputi tiga bab, yaitu :
BAB I : Pendahuluan , akan membahas tentang latarbelakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, sistematika penulisan.
BAB II : Urgensi Pendidikan Akhlak bagi Remaja, akan membahas tentang konsep pendidikan akhlak, konsep remaja, karakteristik masa remaja, factor yang mempengaruhi akhlak remaja, pengaruh pendidikan agama terhadap akhlak remaja, serta urgensi pendidikan akhlak bagi remaja.
BAB III: Penutup, akan membahas mengenai simpulan dan saran.

BAB II
URGENSI PENDIDIKAN AKHLAK BAGI REMAJA
1. Konsep Pendidikan Akhlak
Pendidikan agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam,yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ini dapat memahami, menghayati,mengamalkan ajaran agama Islam sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia maupun di akherat (Zakiyah Darajat, dkk, 1992: 86).
Crow (dalam Supriyatno, 2001) mengatakan bahwa pendidikan diinterpretasikan dengan makna untuk mempertahankan individu dengan kebutuhan-kebutuhan yang senantiasa bertambah dan merupakan suatu harapan untuk dapat mengembangkan diri agar berhasil serta untuk memperluas, mengintensifkan ilmu pengetahuan dan memahami elemen-elemen yang ada disekitarnya. Pendidikan juga mencakup segala perubahan yang terjadi sebagai akibat dari partisipasi individu dalam pengalaman-pengalaman dan belajar.
Pendidikan merupakan pengaruh lingkungan terhadap individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan perilaku, pikiran dan sikapnya (Thompson, 1993). Sedangkan Darnelawati (1994) berpendapat bahwa pendidikan formal adalah pendidikan di sekolah yang berlangsung secara teratur dan bertingkat mengikuti syarat-syarat yang jelas dan ketat. Tujuan pendidik adalah untuk memperkaya budi pekerti, pengetahuan dan untuk menyiapkan seseorang agar mampu dan trampil dalam suatu bidang pekerjaan tertentu.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), pendidikan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek-obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan tersebut diperoleh secara formal yang berakibat individu mempunyai pola pikir dan perilaku sesuai dengan pendidikan yang telah diperolehnya.
Akhlak dapat ditafsirkan sebagai budi pekerti dan sifat-sifat mulia. Setiap orang seharusnya mempunyai akhlak atau sifat-sifat yang baik dan mulia karena dengan berbudi pekerti manusia akan dapat hidup dengan aman dan bahagia dan sudah semestinya kebahagiaan perlu dimiliki oleh semua orang kerana keadaan itu adalah fitrah manusia itu sendiri. Rangkaian di antara iman, ilmu, akhlak dan amal mestilah ada pada semua manusia karena keempat perkara tersebutsaling berkaitan di antara satu sama lain. Akhlak amat penting kerana Rasulullah s.a.w. sendiri telah diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Hal ini telah dinyatakan dalam sabda Rasulullah s.a.w. yang artinya: "Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (Riwayat Bukhari).
Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa ketinggian ilmu tidak memadai kerana terdapat ramai orang yang berilmu tetapi akhlaknya rendah. Begitu juga dengan iman dan amal. Keempat-empat perkara ini mesti digabungkan dan hendaklah mempunyai nilai kualiti yang tinggi. Akhlak merupakan salah satu ajaran asas agama Islam sehingga Rasulullah s.a.w. pernah mendefinisikan agama itu dengan akhlak yang baik.
Islam menjadikan akhlak yang baik sebagai bukti dan hasil daripada ibadah kepada Allah S.W.T. seperti solat, puasa, zakat dan haji. Hal ini dijelaskan dalam al-Quran seperti berikut:
Firman Allah S.W.T.:

                        

Artinya : ”Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Surat Al-‘Ankabut :45)
Peranan akhlak dalam menentukan pribadi seseorang tidak boleh diragukan lagi. Proses pembentukannya adalah selaras dengan perkembangan jiwa seseorang itu. Untuk membentuk akhlak yang baik memang sulit tetapi setiap Muslim itu seharusnya berusaha ke arah membentuk kesempurnaan akhlak seperti yang dituntut oleh agama Islam.
Sedangkan Akhlak menurut Muhammad bin ‘Ilaan Ash-Shadieqy (1971: 76) adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa. Dari jiwa itu timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah(tanpa ada dorongan dari orang lain). Al-Qurthuby (1913) berpendapat bahwa akhlak adalah Suatu perbuatan manusia yang bersumber dari adab kesopanannya disebut akhlak, karena perbuatan itu termasuk bagian dari kejadiannya.
Dari konsep kedua kata di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan akhlak adalah proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman lebih tinggi mengenai adab kesopanan dalam perbuatan yang dilakukan.

2. Konsep Remaja
Sebenarnya masa remaja adalah masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari kanak-kanak menuju dewasa. Atau dapat dikatakan bahwa masa remaja adalah perpanjangan masa kanak-kanak sebelum mencapai masa dewasa. Anak-anak jelas kedudukannya, yaitu yang belum dapat hidup sendiri, belum matang dari segala segi, tubuh masih kecil, organ-organ belum dapat menjalankan fungsinya secara sempurna, kecerdassan, emosi dan hubungan sosial belum selesai pertumbuhannya. Hidupnya masih bergantung pada orang dewasa, belum dapat diberi tanggng jawab atas segala hal. Dan mereka menerima kedudukan seperti itu.
Karena itulah maka ahli-ahli jiwa tidak mempunyai kata sepakat tentang betapa panjangnya masa remaja tersebut, maka mereka hanya sepakat dalam penentuan permulaan masa remaja, yaitu dengan dimulainya kegoncangan, yang ditandai dengan datangnya Haid (menstruasi) pertama bagi wanita, dan Mimpi pada pria.kejadian yang menentukan ini tidak sama antara satu anak dengan anak yang lainnya, ada yang dimulai pada umur 12 Tahun, tapi ada pula yang baru berumur 11 Tahun. Tapi secara rata-rata terjadi pada umur 13 Tahun sebagai permulaan masa remaja (Adolesen) sedangkan akhir masa remaja itu, bermacam-macam seperti yang kita terangkan diatas , ahli-ahli tidak sepakat dalam hal ini. Ada yang mengatakan berumur 15 tahun, ada pula yang mengatakan berumur 18 tahun, bahkan dalam bidang kemantapan beragama umur itu oleh ahli jiwa di perpanjang lagi sampai 24 atau 25 tahun. Batas-batas umur yang bermacam-macam itu baik yang berumur 15, 18, 21, maupun 25 tahun adalah wajar dan cocok bagi masing-masing masyarakat,sesuai dengan nilai dan ukurannya sendiri.
Kendatipun bermacam-macam umur yang di tentukan sebagai batas yang menentukan masa remaja, namun pada umumnya para ahli mengambil patokan ± antara 13-21 tahun adalah umur remaja.
Sedang yang khususnya mengenai perkembangan jiwa agama dapat diperpanjang menjadi ± 13-24 tahun.
Masa remaja adalah masa penuh masa kegoncangan jiwa, berada dalam masa peralihan diatas jembatan goyang, yang menghubungkan masa kanak-kanak yang penuh keberuntungan, dengan masa dewasa yang matang dan berdiri sendiri.
Kendatipun masa remaja itu tidak ada batas umur yang tegas, yang apat ditujukan, namun dapat kita kira-kirakan dan perhitungkan sesuai dengan masyarakat lingkugan remaja itu sendiri. Kendtipun besar ataupun kecil kegoncangan yang dialami oleh remaja-remaja dari berbagai tingkat masyarakat, namun dapat dipastikan bahwa kegoncangan remaja itu ada terjadi. Dalam kondisi jiwa yang demikian, agama mempunyai peranan penting dalam kehidupan remaja. Memang, kadang-kadang kita melihat keyakinan remaja terombang ambing, tidak tetap, bahkan kadang-kadang berubah, sesuai dengan perubahan perasaan yang dilaluinya. Suatu hal yang tidak bisa disangkal, adalah bahwa remaja-remaja itu secara potensial telah beragama.
Masa remaja sebagai periode perkembangan yang paling penting bagi individu pada kenyataannya merupakan suatu periode yang sarat dengan perubahan dan rentan munculnya masalah. Meskipun demikian adanya pemahaman yang baik serta penanganan yang tepat terhadap remaja merupakan faktor penting bagi keberhasilan remaja di kehidupan selanjutnya, mengingat masa ini merupakan masa yang paling menentukan. Selain itu perlu adanya kerjasama dari remaja itu sendiri, orang tua, guru dan pihak-pihak lain yang terkait agar perkembangan remaja di bidang pendidikan terutama pendidikan akhlak dan bidang-bidang lainnya dapat dilalui secara terarah, sehat dan bahagia.

3. Karakteristik Masa Remaja
Sebagai periode yang paling penting, masa remaja ini memiliki karakterisitik yang khas jika dibanding dengan periode-periode perkembangan lainnya. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:
a. Masa remaja adalah periode yang penting
Periode ini dianggap sebagai masa penting karena memiliki dampak langsung dan dampak jangka panjang dari apa yang terjadi pada masa ini. Selain itu, periode ini pun memiliki dampak penting terhadap perkembangan fisik dan psikologis individu, dimana terjadi perkembangan fisik dan psikologis yang cepat dan penting. Kondisi inilah yang menuntut individu untuk bisa meynesuaikan diri secara mental dan melihat pentingnya menetapkan suatu sikap, nilai-nilai dan minat yang baru.

b. Masa remaja adalah masa peralihan
Periode ini menuntut seorang anak untuk meninggalkan sifat-sifat kekanakkanakannya dan harus mempelajari pola-pola perilaku dan sikap-sikap baru untuk menggantikan dan meninggalkan pola-pola perilaku sebelumnya. Selama peralihan dalam periode ini, seringkali seseorang merasa bingung dan tidak jelas menangani peran yang dituntut oleh lingkungan. Misalnya, pada saat individu menampilkan perilaku anak-anak maka mereka akan diminta untuk berperilaku sesuai dengan usianya, namun pada kebalikannya jika individu mencoba untuk berperilaku seperti orang dewasa sering dikatakan bahwa mereka berperilaku terlalu dewasa untuk usianya.



c. Masa remaja adalah periode perubahan
Perubahan yang terjadi pada periode ini berlangsung secara cepat, perubahan fisik yang cepat membawa konsekuensi terjadinya perubahan sikap dan perilaku yang juga cepat. Terdapat lima karakteristik perubahan yang khas dalam periode ini yaitu, (1) peningkatan emosionalitas, (2) perubahan cepat yang menyertai kematangan seksual, (3) perubahan tubuh, minat dan peran yang dituntut oleh lingkungan yang menimbulkan masalah baru, (4) karena perubahan minat dan pola perilaku maka terjadi pula perubahan nilai, dan (5) kebanyakan remaja merasa ambivalent terhadap perubahan yang terjadi.
d. Masa remaja adalah usia bermasalah
Pada periode ini membawa masalah yang sulit untuk ditangani baik bagi anak laki-laki maupun perempuan. Hal ini disebabkan oleh dua lasan yaitu : pertama,pada saat anak-anak paling tidak sebagian masalah diselesaikan oleh orang tua atau guru, sedangkan sekarang individu dituntut untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Kedua, karena mereka dituntut untuk mandiri maka seringkali menolak untuk dibantu oleh orang tua atau guru, sehingga menimbulkan kegagalan-kegagalan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
e. Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri
Pada periode ini, konformitas terhadap kelompok sebaya memiliki peran penting bagi remaja. Mereka mencoba mencari identitas diri dengan berpakaian, berbicara dan berperilaku sebisa mungkin sama dengan kelompoknya. Salah satu cara remaja untuk meyakinkan dirinya yaitu dengan menggunakan simbol status,seperti mobil, pakaian dan benda-benda lainnya yang dapat dilihat oleh orang lain.
f. Masa remaja adalah usia yang ditakutkan
Masa remaja ini seringkali ditakuti oleh individu itu sendiri dan lingkungan.Gambaran-gambaran negatif yang ada dibenak masyarakat mengenai perilaku remaja mempengaruhi cara mereka berinteraksi dengan remaja. Hal ini membuat para remaja itu sendiri merasa takut untuk menjalankan perannya dan enggan meminta bantuan orang tua atau pun guru untuk memecahkan masalahnya.

g. Masa remaja adalah masa yang tidak realistis
Remaja memiliki kecenderungan untuk melihat hidup secara kurang realistis,mereka memandang dirinya dan orang lain sebagaimana mereka inginkan dan bukannya sebagiai dia sendiri. Hal ini terutama terlihat pada aspirasinya, aspiriasi yang tidak realitis ini tidak sekedar untuk dirinya sendiri namun bagi keluarga,teman. Semakin tidak realistis aspirasi mereka maka akan semakin marah dan kecewa apabila aspirasi tersebut tidak dapat mereka capai.
h. Masa remaja adalah ambang dari masa dewasa
Pada saat remaja mendekati masa dimana mereka dianggap dewasa secara hukum,mereka merasa cemas dengan stereotype remaja dan menciptakan impresi bahwa mereka mendekati dewasa. Mereka merasa bahwa berpakaian dan berperilaku seperti orang dewasa sringkali tidak cukup, sehingga mereka mulai untuk memperhatikan perilaku atau simbol yang berhubungan dengan status orang dewasa seperti merokok, minum, menggunakan obat-obatan bahkan melakukan hubungan seksual.

4. Faktor yang mempengaruhi Akhlak Remaja
1. Faktor Keluarga
Keluarga merupakan kunci utama dari pembentukan akhlak remaja. Menurut Zuhairini dkk (1995: 182) bahwa pendidikan keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama, tempat anak didik pertama-tama menerima pendidikan dan bimbingan dari orang tua atau anggota keluarga lainnya. Di dalam keluarga inilah tempat meletakkan dasar-dasar kepribadian anak didik pada usia yang masih muda, karena pada usia ini anak lebih peka terhadap pengaruh dari pendidikan (orang tua dan anggota lain).
2. Kurangnya pendidikan dan pemahaman terhadap ajaran agama.
Sebagai model seharusnya orang tua memberikan contoh yang terbaik bagi anak dalam keluarga. Sikap dan perilaku orang tua harus mencerminkan akhlak yang mulia. Oleh karena itu Islam mengajarkan kepada orang tua agar selalu mengajarkan sesuatu yang baik-baik saja kepada anak mereka.
Salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Abdur Razzaq Said bin Mansur yang terdapat dalam buku Abdullah Nasikh Ulwani (1999: 186)
Pembentukan budi pekerti yang baik adalah tujuan utama dalam pendidikan Islam. Karena dengan budi pekerti itulah tercermin pribadi yang mulia, sedangkan pribadi yang mulia itu adalah pribadi yang utama yang ingin dicapai dalam mendidik anak dalam keluarga. Namun sayangnya, tidak semua orang tua mampu melakukannya. Buktinya dalam kehidupan di masyarakat sering ditemukan anak-anak nakal dengan sikap dan perilaku yang tidak hanya terlibat dalam perkelahian, tetapi juga terlibat dalam pergaulan bebas,perjudian, pencurian, narkoba, dan sebagainya.
3. Faktor Lingkungan Sekitar
Lingkungan sekitar tempat remaja tumbuh dan menyerap segala bentuk aktifitas yang dilakukan. Apabila lingkungan tempat tumbuh itu sudah tercemar oleh hal-hal negatif yang bisa merusak akhlak remaja, maka tentu akhlak remaja tersebut tidak akan menjadibaik karena pengaruh dari lingkungan sekitarnya.
4. Faktor Teman Sebaya.
Manusia dikenal dengan siapa dia bergaul atau berteman.Maka teman sebaya adalah cermin dari diri kita sendiri.Remaja akan mudah dipengaruhi oleh teman sebaya, karena yang sering mereka temui dalam kegiatan sehari-hari adalah teman sebaya. Selain itu, teman sebaya merupakan tempat para remaja berkeluh kesah (curhat), saling berbagi pengalaman
5. Faktor Media Massa atau tekhnologi.
Dewasa ini tekhnologi menjadi tren atau sebuah mode,orang yang tidak mengenal tekhnologi dianggap gaptek. Dan tekhnologi ini juga sangatberpengaruh terhadap akhlak remaja.
5. Pengaruh Pendidikan Agama Terhadap Akhlak
Dalam Pendidikan Agama Islam, pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar untuk mengembangkan intelektualitas dalam arti bukan hanya meningkatkan kecerdasan saja, melainkan juga mengembangkan seluruh aspek kepribadian manusia, yang mencakup aspek keimanan, moral atau mental, prilaku dan sebagainya.
Pembinaan kepribadian atau jiwa utuh hanya mungkin dibentuk melalui pengaruh lingkungan khususnya pendidikan. Sasaran yang ditempuh atau dituju dalam pembentukan kepribadian ini adalah kepribadian yang memiliki akhlak yang mulia dan tingkat kemulian akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan.
Dalam pembentukan akhlak siswa, hendaknya setiap guru menyadari bahwa dalam pembentukan akhlak sangat diperlukan pembinaan dan latihan-latihan akhlak pada siswa bukan hanya diajarkan secara teoritis, tetapi harus diajarkan ke arah kehidupan praktis.
Agama sebagai unsur esensi dalam kepribadian manusia dapat member peranan positif dalam perjalanan kehidupan manusia, selain kebenarannya masih dapat diyakini secara mutlak.
Dalam hal pembentukan akhlak remaja, pendidikan agama mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupannya. Pendidikan agama berperan sebagai pengendali tingkah laku atau perbuatan yang terlahir dari sebuah keinginan yang berdaran emosi. Jika ajaran agama sudah terbiasa dijadikannya sebagai pedoman dalam kehidupannya sehari-hari dan sudah ditanamkannya sejak kecil, maka tingkah lakunya akan lebih terkendali dalam menghadapi segala keinginankeinginannya yang timbul.
6. Urgensi Pendidikan Akhlak Bagi Remaja
Urgensi dari pendidikan akhlak dalam Islam adalah untuk membentuk manusia yang bermoral baik, keras kemauan, sopan dalam berbicara dan perbuatan, mulia dalam tingkah laku perangai, bersifat bijaksana, sempurna, sopan dan beradab, ikhlas, jujur dan suci. Dengan kata lain pendidikan akhlak bertujuan untuk melahirkan manusia yang memiliki keutamaan (al-fadhilah). Berdasarkan tujuan ini, maka setiap saat, keadaan, pelajaran, aktifitas, merupakan sarana pendidikan akhlak. Dan setiap pendidik harus memelihara akhlak dan memperhatikan akhlak di atas segala-galanya.
Barmawie Umary dalam bukunya materi akhlak menyebutkan bahwa tujuan berakhlak adalah hubungan umat Islam dengan Allah SWT dan sesama makhluk selalu terpelihara dengan baik dan harmonis.
Sedangkan Omar M. M.Al-Toumy Al-syaibany, tujuan akhlak adalah menciptakan kebahagian dunia dan akhirat, kesempurnaan bagi individu dan menciptakan kebahagian, kemajuan, kekuataan dan keteguhan bagi masyarakat.
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan akhlak pada prisnsipnya adalah untuk mencapai kebahagian dan keharmonisan dalam berhubungan dengan Allah SWT, di samping berhubungan dengan sesama makhluk dan juga alam sekitar, hendak menciptakan manusia sebagai makhluk yang tinggi dan sempurna serta lebih dari makhluk lainnya.
Pendidikan agama berkaitan erat dengan pendidikan akhlak, tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa pendidikan akhlak dalam pengertian Islam adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pendidikan agama. Sebab yang baik adalah yang dianggap baik oleh agama dan yang buruk adalah apa yang dianggap buruk oleh agama. Sehingga nilai-nilai akhlak, keutamaan akhlak dalam masyarakat Islam adalah akhlak dan keutamaan yang diajarkan oleh agama.











BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
1. Konsep Pendidikan Akhlak
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), pendidikan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek-obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan tersebut diperoleh secara formal yang berakibat individu mempunyai pola pikir dan perilaku sesuai dengan pendidikan yang telah diperolehnya.
Akhlak dapat ditafsirkan sebagai budi pekerti dan sifat-sifat mulia. Setiap orang seharusnya mempunyai akhlak atau sifat-sifat yang baik dan mulia karena dengan berbudi pekerti manusia akan dapat hidup dengan aman dan bahagia dan sudah semestinya kebahagiaan perlu dimiliki oleh semua orang kerana keadaan itu adalah fitrah manusia itu sendiri. Rangkaian di antara iman, ilmu, akhlak dan amal mestilah ada pada semua manusia karena keempat-empat perkara tersebut saling berkaitan di antara satu sama lain.
Dari konsep kedua kata di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan akhlak adalah proses pembelajaran bagi individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman lebih tinggi mengenai adab kesopanan dalam perbuatan yang dilakukan.
2. Konsep Remaja
Masa remaja sebagai periode perkembangan yang paling penting bagi individu pada kenyataannya merupakan suatu periode yang sarat dengan perubahan dan rentan munculnya masalah. Meskipun demikian adanya pemahaman yang baik serta penanganan yang tepat terhadap remaja merupakan faktor penting bagi keberhasilan remaja di kehidupan selanjutnya, mengingat masa ini merupakan masa yang paling menentukan. Selain itu perlu adanya kerjasama dari remaja itu sendiri, orang tua, guru dan pihak-pihak lain yang terkait agar perkembangan remaja di bidang pendidikan terutama pendidikan akhlak dan bidang-bidang lainnya dapat dilalui secara terarah, sehat dan bahagia.


3. Karakteristik Masa Remaja
a. Masa remaja adalah periode yang penting
b. Masa remaja adalah masa peralihan
c. Masa remaja adalah periode perubahan
d. Masa remaja adalah usia bermasalah
e. Masa remaja adalah masa pencarian identitas diri
f. Masa remaja adalah usia yang ditakutkan
g. Masa remaja adalah masa yang tidak realistis
h. Masa remaja adalah ambang dari masa dewasa

4. Faktor yang mempengaruhi akhlak remaja
1. Faktor Keluarga
2. Kurangnya pendidikan dan pemahaman terhadap ajaran agama
3. Faktor Lingkungan Sekitar
4. Faktor Teman Sebaya
5. Faktor Media Massa atau tekhnologi

5. Pengaruh Pendidikan Agama terhadap Akhlak Remaja
Dalam hal pembentukan akhlak remaja, pendidikan agama mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupannya. Pendidikan agama berperan sebagai pengendali tingkah laku atau perbuatan yang terlahir dari sebuah keinginan yang berdaran emosi. Jika ajaran agama sudah terbiasa dijadikannya sebagai pedoman dalam kehidupannya sehari-hari dan sudah ditanamkannya sejak kecil, maka tingkah lakunya akan lebih terkendali dalam menghadapi segala keinginankeinginannya yang timbul.

6. Urgensi Pendidikan Akhlak bagi Remaja
Urgensi dari pendidikan akhlak dalam Islam adalah untuk membentuk manusia yang bermoral baik, keras kemauan, sopan dalam berbicara dan perbuatan, mulia dalam tingkah laku perangai, bersifat bijaksana, sempurna, sopan dan beradab, ikhlas, jujur dan suci. Dengan kata lain pendidikan akhlak bertujuan untuk melahirkan manusia yang memiliki keutamaan (al-fadhilah). Berdasarkan tujuan ini, maka setiap saat, keadaan, pelajaran, aktifitas, merupakan sarana pendidikan akhlak. Dan setiap pendidik harus memelihara akhlak dan memperhatikan akhlak di atas segala-galanya.

B. SARAN
Pembahasan pendidikan akhlak remaja dalam makalah yang kami susun memang terbatas. Oleh karena itu, pembaca hendaknya mecari referensi yang lain untuk melengkapi informasi tentang urgensi pendidikan akhlak bagi remaja. Dan kami pun senantiasa menunggu saran dari para pembaca, khususnya dosen mata kuliah TPKI yang tujuannya tiada lain untuk perbaikan penyusunan makalah selanjutnya yang lebih baik.



















DAFTAR PUSTAKA


Atkinson & Atkinson. 1998. Pengantar Psikologi, edisi kesebelas. Batam : Interaksara.

Hasbullah. 2005. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, cetakan ke-4. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Daradjat, Zakiah, dkk. 1992. Ilmu Pendidikan Islam, cetakan ke-2.Jakarta:Bumi Aksara.

AR, Zahruddin. 2004. Pengantar Ilmu Akhlak, cetakan ke-1. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Ardani, Moh. 2005. Akhlak Tasawuf cetakan ke-2. PT. Mitra Cahaya Utama.

Uhbiyati, Nur. 2008. Ilmu Pendidikan Islam cetakan ke-2 .Bandung: CV. Pustaka Setia

pendidikan.infogue.com/

www.muslimdelft.nl/.../pendidikan-akhlak-antara-islam-dan-globalisasi

risalahnur.com/

www.mail-archive.com/milis...com/msg00576.html

Selasa, 15 Desember 2009

irda winiar_tips ketiga_hari ke-1

Pendidikan sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Memang hal ini bisa terjadi dalam setiap aktifitas yang kita lakukan. Tetapi hal itu tidak penting bagi orang yangmemiliki kehidupan social kelas menengah kebawah. Mereka menganggap bahwa pendidikan hanya sebagai formalitas saja. Mereka sekolahkan anak-anak mereka hanya karena malu oleh teman-temannya apabila tidak bersekolah.Dan mereka tidak mempunyai keinginan untuk memperhatikan perkembangan pendidikan si anak. Apalagi bila orangtua diharapkan hadir pada saat rapat rutinan orang tua siswa, mereka sepertinya enggan untuk datang ke sekolah. Mereka merasa bahwa tanpa pendidikan pun anak-anak mereka tetap bisa menjalani kehidupannya.
Dalam pendidikan kita memahami cara hidup yang harmonis, dengan pendidikan juga kita bisa menentukan masa depan kita. Selain itu, dengan pendidikan kita dapat mencari pekerjaan, serta bisa mendidik anak-anak kita nanti supaya menjadi orang yang sukses. Maka dari itu, pendidikan harusnya menjadi prioritas utama bagi kita. Apalagi kita sebagai umat islam yang seharusnya lebih maju dari umat-umat yang lain. Karena ajaran Islam sangat mengutamakan pendidikan.

Rabu, 09 Desember 2009

irda winiar_tips kedua_hari ke-3

CONTOH MASALAH (1)
Bila siwa naik kelas dengan bantuan nilai dari guru, apa jadinya dengan : a) kedisiplinan mereka terhadap nilai, b) tanggung jawab mereka, c) Wujud upaya mereka, d) pemikiran mereka mengenai masa depan, e) cita-cita mereka.

TEKNIK PENGEMBANGAN (1)

- Apa akibatnya bila mereka mendapat bantuan nilai dari guru ?
Jawab : Mereka tidak merasa memiliki tanggung jawab.
- Apa akibatnya bila mereka tidak memiliki tanggung jawab ?
Jawab : Mereka tidak mau berusaha dengan mengandalkan diri sendiri.
- Apa akibatnya bila mereka tidak mau berusaha ?
Jawab : mereka tidak akan bisa berfikir untuk masa depan mereka.
- Apa akibatnya bila mereka tidak bisa berfikir untuk masa depannya?
Jawab : mereka tidak akan memiliki cita-cita.
- Apa akibatnya bila mereka tidak memiliki cita-cita ?
Jawab : Kehidupan mereka akan suram.




CONTOH MASALAH (2)
Siswa tidak naik kelas
TEKNIK PENGEMBANGAN (2)
- Kenapa siswa tidak naik kelas ?
Jawab : karena nilai mereka kurang
- Kenapa nilai mereka kurang ?
Jawab : karena mereka tidak mau berusaha mendapat nilai yang bagus dengan belajar.
- Kenapa mereka tidak belajar ?
Jawab : karena mereka tidak mempunyai buku untuk dibaca.
- Kenapa mereka tidak mempunyai buku untuk belajar ?
Jawab : karena mereka sering tidak menulis pelajaran.
- Kenapa mereka sering tidak menulis pelajaran?
Jawab : karena mereka sering tidak masuk sekolah.

irda winiar_tips kedua_hari ke-2

CONTOH MASALAH (1)
Bila siswa mampu mengerjakan tugas, namun pendiam dan segan apabila disuruh mengerjakan tugas ke depan, apa jadinya dengan : a)mentalitas sosial mereka, b)tanggung jawab mereka terhadap masyarakat, c)tanggung jawab terhadap diri mereka sendiri, d) pemahaman mereka mengenai arti kehidupan,e)motivasi mereka untuk meraih masa depan yang sukses.

TEKNIK PENGEMBANGAN (1)
- Apa akibatnya bila mereka selalu memiliki perasaan malu ?
Jawab : mereka tidak bisa bersosialisasi dengan masyarakat luar.
- Apa akibatnya bila mereka tidak bersosialisasi dengan masyarakat ?
Jawab : mereka tidak akan bisa belajar mengenai kehidupan.
- Apa akibatnya bila mereka tidak bisa belajar mengenai kehidupan ?
Jawab : mereka tidak bisa memaknai hidup mereka sendiri.
- Apa akibatnya bila mereka tidak bisa memaknai hidupnya sendiri?
Jawab : mereka akan selalu diliputi perasaan ragu
- Apa akibatnya bila mereka selalu diliputi rasa ragu ?
Jawab : mereka tidak akan bisa meraih masa depan dengan yakin dan tidak akan mendapat kesuksesan.

CONTOH MASALAH (2)
Siswa pendiam dan pemalu

TEKNIK PENGEMBANGAN (2)
- Kenapa siswa pendiam dan pemalu?
Jawab : karena mereka tidak bisa tampil berani.
- Kenapa mereka tidak bisa tampil berani ?
Jawab : karena mereka tidak dibiasakan tampil kedepan.
- Kenapa siswa tidak biasa tampil kedepan ?
Jawab : karena biasanya siswa hanya duduk dan mendengarkan penjelasan guru.
- Kenapa siswa hanya duduk dan mendengarkan saja ?
Jawab : Karena tidak adanya keinginan untuk berani mengerjakan tugas kedepan.
- Kenapa tidak berani mengerjakan tugas ke depan?
Jawab : karena tidak adanya motivasi dari guru maupun dari orang tua .

irda winiar_tips kedua

CONTOH MASALAH (1)

Bila siswa mengerjakan PR dengan sembarangan atau hanya melaksanakan tugas supaya tidak dimarahi guru, apa jadinya dengan : a) kepahaman mereka terhadap soal-soal, b) mentalitas kerja keras mereka, c) cara belajar mereka, d) tanggung jawab mereka terhadap tugas yang diberikan.
TEKNIK PENGEMBANGAN (1)
- Apa akibatnya bila mereka tidak mengerjakan tugas ?
Jawab : mereka memahami soal.
- Apa akibatnya bila mereka tidak memahami soal ?
Jawab : mereka tidak mampu mengerjakan soal-soal lainnya.
- Apa akibatnya bila mereka tidak bisa mengerjakan soal-soal lainnya ?
Jawab : mereka akan ketinggalan materi pelajaran.
- Apa akibatnya bila mereka ketinggalan materi pelajaran ?
Jawab : Nilai mereka akan dibawah rata –rata kelas
- Apa akibatnya bila nilai mereka dibawah rata-rata kelas ?
Jawab : mereka akan tinggal kelas atau tidak naik kelas

CONTOH MASALAH (2)
Siswa tidak naik kelas
TEKNIK PENGEMBANGAN (2)
- Kenapa siswa tidak naik kelas?
Jawab : karena mereka malas belajar.
- Kenapa siswa malas belajar ?
Jawab : karena mereka tidak mempunai catatan.
- Kenapa siswa tidak mempunyai catatan ?
Jawab : karena mereka tidak memperhatikan dan menulis penjelasan dari guru.
- Kenapa siswa tidak memperhatikan dan menulis penjelasan dari guru ?
Jawab : Karena siswatidak mempunyai semangat untuk belajar.
- Kenapa siswa tidak bersemangat dalam belajar ?
Jawab : karena siswa tidak mempunyai dukungan semangat dan perhatian dari orang tua untuk belajar.

Kamis, 26 November 2009

irda winiar_tips yang pertama lanjutan_hari ke 3

KEBERSIHAN SANGAT MEMBANTU KENYAMANAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
Dalam lingkungan tempat tinggal kita, apakah kita selalu memperhatikan bagaimana kondisi lingkungan disekitar kita? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Faktanya, tidak semua warga Negara Indonesia mengerti begitu pentingnya kebersihan itu.
Disetiap tempat umum, misalnya pasar, terminal bus, stasiun kereta api, atau di jalan raya.Kita melihat banyak orang membuang sampah tidak di tempat sampah, ada apa dengan mereka? Apa karena tidak ada tempat sampah atau ketidakpedulian mereka terhadap lingkungan sehingga mereka dengan seenaknya membuang sampah sembarangan. Atau pun bisa juga mereka memang sengaja tidak mengindahkan kebersihan?
Dengan kasus seperti di atas, maka kita sebagai pengajar dan pendidik harus lebih sring mengingatkan anak didik kita untuk menjaga kebersihan. Kita bisa mengadakan perbandingan keadaan yang kotor dan bersih, mana yang mereka pilih? Atau pun kita bisa menjelaskan keuntungan dari hidup di tempat yang bersih dan akibat dari hidup di tempat yang kotor.
Dalam hadits Nabi bersabda : “Kebersihan adalah sebagian daripada iman”. Dari situ jelas bahwa apabila kita mengaku sebagai orang yan beriman, maka kita harus bisa menjaga kebersihan. Meskipun dalam hadits ini kebersihan mengandung kata umum, tidak hanya kebersihan lingkungan saja. Namun kita spesifikasikan saja dalam pengertian kebersihan lingkungan.
Islam sangat mencintai kebersihan. Apabila kita akan melaksanakan sholat, apa yang kita lakukan ? jawabannya tentu saja berwudhu. Kemudian kita tinjau kembali, mengapa Allah memerintahkan kita berwudhu ? Dari sinilah terlihat bahwa Allah sangat menganjurkan kita untuk selalu menjaga kebersihan. Dalam wudhu berarti kita diperintahkan untuk menjaga kebersihan anggota badan.
Lalu kita kembali kepada bahasan sebelumnya, benarkah kebersihan dapat membantu kenyamanan pembelajaran di sekolah ? Seharusnya kita mengadakan suatu penelitian antara belajar di kelas yang bersih dan yang belajar di kelas yang kotor, manakah yang paling nyaman?
Apabila keadaan sekolah kotor, murid-murid pasti tidak merasa nyaman dalam dari pembelajaran. Jangankan murid, kita sebagai pengajar juga tidak akan betah mengajar.Oleh karena itu, seharusnya kebersihan itu dijaga dengan sebaik mungkin.
Sediakanlah tempat sampah secukupnya di lingkungan sekolah, adanya peralatan kebersihan juga menunjang kebersihan kelas, kegiatan piket juga harus digalakkan. Diadakan sangsi apabila ada murid yang tidak bertugas piket. Dengan seperti itu,siswa akan terbiasa dengan lingkungan bersih,sehingga apabila kelasnya kotor tanpa ada perintah dari guru mereka langsung membersihkannya.
Kita juga bisa menghimbau apabila sedang dalam perjalanan, usahakan agar jangan membuang sampah sembarangan. Jika tidak menemukan tempat sampah,masukkan sampah itu ke dalam tas, sampai menemukan tempat sampah, kemudian buanglah sampah itu ditempatnya.
Dengan pencegahan pembuangan sampah sembarangan, sedikit demi sedikit ligkungan sekolah kita menjadi lebih bersih sehingga proses pembelajaran pun menjadi lebih nyaman.
Dengan nyamannya proses pembelajaran, maka konsentrasi anak terhadap pelajaran dapat lebih maksimal.

irda winiar_tips yang pertama_hari ke 3

IDUL QURBAN
Esok hari, tanggal 27 Nofember 2009 bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijah 1429, umat islam di seluruh dunia akan melaksanakan Idul Adha. Idul Adha atau idul kurban ini biasa disebut sebagai lebaran haji. Karena pada hari itu, umat islam yang sedang melaksanakan ibadah haji juga melaksanakan Qurban di tanah suci. Hari ini, kita disunatkan untuk berpuasa arafah. Karena padahari ini, para jema’ah haji sedang melaksanakan tawaf di padang arafah.Oleh karena itu, puasa pada hari seblum idul Adha disebut puasa arafah.
Melaksanakan ibadah haji merupakan rukun islam yang kelima, Bagi yang telah mampu untuk melaksanakan ibadah haji, baik moril maupun materil dianujrkan pergi berhaji ke tanah suci. Sejarah dari qurban itu sendiri berawal dari Kisah Nabi Ibrahim yang hendak menyemblih putranya karena diperintahkan oleh Allah . Sebenarnya Allah hanya menguji keimanan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan anaknya tercinta. Karena orangtua tidak mungkin mampu apabila harus menyemblih anaknya sendiri. Namun karena begitu kuatnya keimanan Nabi Ibrahim kepada Allah, beliau mena’ati perintah Allah. Dan disitulah Allah memperlihatkan sifat Rahmannya, Allah mengganti Nabi Ismail dengan sebua gibas atau domba besar yang gemuk. Begitulah sejarah dari idul Qurban, hingga saat ini kitaberqurban dengan domba/kambing atau bisa dengan sapid/kerbau dan unta.
Dengan idul Qurban, kita mendapat pelajaran untuk saling berbagi kepada sesama. Masyarakat yang tngkat sosialnya lebih tinggi dapat meringankan meringankan sesama yang tidak mampu berqurban dengan memberikan daging Qurban. Kita jugabisa mengambil hikmah dari sejarah idul qurban sendiri yaitu kita harus mencontoh sikap ta’at Nabi Ibrahim kepada Allah, meskipun harus mengorbankan anaknya yang paling beliau cintai.
Menyembelih hewan qurban merupakan wujud keikhlasan untuk memberi sesuatu kepada sesama. Selain itu, merupakan bukti keta’atan kepada Allah. Dimasa sekarang, dimana kesenjangan menganga lebar, kelaparan merajalela, kemiskinan, tingkat pendidikan serta kesehatan semakin rendah dibutuhkan respon dalam nilai agama.
Dengan demikian hikmah dari idul qurban adalah untuk membersihkan hati agar menjadi lahan yang subur untuk tumbuhnya iman dan taqwa.

Rabu, 25 November 2009

irda winiar_tips yang pertama lanjutan_hari ke-2

Argumen kiamat

Berbagai argumen dan tanggapan mengenai isu kiamat 2012 pun bermunculan. Ada yang menyebutkan bahwa berita tentang hari kiamat ini adalah merupakan hasil dari konspirasi dari sebuah perkumpulan tertentu untuk menguasai dunia. Dari segi sains, maka para pakar menyebutkan bahwa padIsu kiamat 2012 bukan saja dibahas di internet, namun sudah merambah ke media televisi, dan salah satunya pernah dibahas di stasiun televisi SCTV. Sebuah acara yang disiarkan SCTV mengutip berbagai sumber, baik dari kalangan Akademisi, selebritis, dan juga Paranormal.a tahun 2012 bukan hari kiamat tapi badai Matahari. Dalam kalender bangsa Maya, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan dimurnikan, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.
Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya bagaikan turun dari langit, mengalami zaman yang cemerlang, kemudian lenyap secara misterius. Mereka menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub!
Orang Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total, orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya.
Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar, bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa pra-Galatic Synchronization, mereka menamakannya: The Earth Generetion Priod (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.
Adapula yang mengatakan bahwa isu mengenai kiamat 2012 itu adalah rekayasa Zeonis Israel yang ingin membentuk tatanan dunia baru. Kita sebagai umat muuslim seharusnya tidak terlalu percaya dalam menghadapi isu yang tidak benar ini. Yang harus kita lakukan saat ini adalah lebih memperteba keimanan kita dengan bertaqarub kepada Allah dan merenungkan bagaimana apabila Allah menghendaki bahwa pada 2012, akan terjadi bencana yang dapat mengancam kehidupan umat manusia di bumi. Karena Allah Maha Berkehendak.
Saya menyikapinya dengan positif, entah kapan kiamat akan tiba, yang pasti ia akan tiba, hal ini sebagai pengingat bagi saya agar sadar bahwa bumi ini tidak abadi nantinya akan ada hari kiamat dan kehidupan akhirat yang kekal dan abadi dimana kita semua dimintai pertanggung-jawaban di hadapan Sang Maha Pencipta, maka berbuat baiklah kepada seluruh mahluk-Nya sebagai bekal menghadap-Nya.
Entah tahun 2012 atau pun kapan waktunya yang pasti kiamat akan datang, namun kita tidak bias menentukkan kapan waktunya. Semuanya adalah kehendak Allah.

irda winiar_tips yang pertama_hari ke-2

HUT PGRI
Tanggal 25 november diperingati sebagai hari guru. Oleh karena itu, pada hari ini para guru melaksanakan upacara di sekolahnya masing-masing menurut anjuran bapak kepala dinas.Semua guru menjadi petugas upacara.Setiap satu tahun sekali, hal inimenjadi hiburan untuk para murid. Mereka melihat bagaimana guru mereka melaksanakan upacara bendera. Dimulai dari tura, pembawa pancasila, protocol, dan pengibar bendera. Tidak lupa untuk pembacaan UUD 45 dan kode etik guru serta drijn yang memimpin paduan suara. Apalagi untuk bagian pemimpin dan Pembina semuanya dilaksanakan oleh semua guru.
Untuk lebih memeriahkan HUT PGRI, maka diadakan lomba untuk para murid, diantaranya lomba kaligrafi,menyanyi, dan menggambar. Para murid mengikuti lomba dengan semangat dan gembira. Setela selesai berlomba,seluruh murid beristirahat. Mereka berbincang mengenai kegiatan sekolah yang berjalan tidak seperti biasanya. Dan kemudian, bel pun berbunyi; tanda mereka harus masuk kembali kedalam kelas masing-masing.
Hasil lomba pun diumumkan, bagi yang mendapat juara 1, 2, dan 3 akan diberi hadiah. Mereka mendengarkan pengumuman juara dengan hati yang berdebar-debar berharap nama mereka disebutkan, namun sayang juaranya hanya 3 orang. Baik yang diberi hadiah ataupun tidak mereka senang sekali dengan kegiatan ini.
Untuk menutup perayaan HUT PGRI, murid disuruh menuliskan nama guru favorit mereka dalam searik kertas dan mengumpulkannya ke meja guru. Dan selesailah sudah perayaan peringatan HUT PGRI ini.

Selasa, 24 November 2009

irda winiar_tips yang pertama lanjutan_hari ke 1

Karena aku adalah guru sukwan (honorer), maka jadwalku tidak begitu padat, hingga kadang aku hanya mengisi kelas yang kosong; bila guru kelas berkenaan tidak dapat hadir dikarenakan sakit atau ada kepentingan, maka tugasku lah ungatuk mengisi kekosongan itu.
Sebenarnya aku mendapat tugas untuk mengajar pelajaran Agama Islam di kelas I dan II, dalam satu minggu hanya satu kali pertemuan untuk setiap kelasnya. Selain itu, aku juga mengurus perpustakaan sekolah. Meskipun kecil, namun aku senang sekali karena ternyata inisiatif siswa untuk membaca sangat besar. Disaat istirahat ruang perpustakaan itu penuh sekali, sampai-sampai aku terdesak oleh para siswa. Namun aku sungguh senang mereka gemar membaca.
Pekerjaan setiap hari membuatku sibuk sehingga tak terasa waktu cepat berlalu. Jarum jam pun bertengger pada pukul 12.00 siang, tandanya jam sekolah usai. Aku bergegas meninggalkan pekerjaan pekerjaanku di sekolah dan bersiap untuk melaksanakan sholat dhuhur, lalu berangkat ke tempat kuliah.
Hingga menjelang maghrib aku baru tiba di rumah Sholat maghrib, kemudian sholat maghrib dan beristirahat. Setelah itu, aku mempersiapkan keperluan untuk esok hari, lalu sholat isya dan kemudian pergi tidur
Kemarin sekolah diliburkan karena para guru menghadiri kegiatan porseni di Lapang Merdeka. Kegiatan porseni ini diadakan dalam rangka memperingati hut PGRI yang ke-64. Dalam porseni ini diadakan berbagai perlombaan. Para guru disekolahku mengikuti lomba lari, menyanyi solo, jaipong, serta membuat cerpen.Itu semua merupakan bentuk partisipasi sekolah dalam memeriahkan hut PGRI.
Dalam perseni itu diadakan door prize, para peserta diberikan kupon yang kemudian diundi setelah lomba lari selesai. Namun sayang para guru di sekolahku tidak ada yang mendapat doorprize. Meskipu begitu kami semua cukup senang karena kami semua;para guru, bisa berburu real good dan sosis yang menjadi sponsor dalam kegiatan itu.
Kegiatan porseni itu terus berlanjut meski waktu dhuhur telah berlalu, karena sudah terlalu siang akhirnya semua guru dari sekolahku bersepakat untuk kembali ke rumah masing-masing. Cuaca kemarin sepertinya mendukung kegiatan porseni itu, karena hari sebelumnya hujan turun dari pagi hingga sore matahari sepertinya malu untuk memunculkan dirinya.
Namun ada satu hal yang mengganjal, saat pengumpulan kupon doorprize, para guru senior sepertinya sudah tidak sabar ingin segera mengumpulkan kupon itu, namun potongan kupon itu disimpan oleh ayahku, sedangkan ayahku mengikuti jalan santai bersama para panitia yang lainnya. Akhirnya potongan kupon yang satunya lagi dikumpulkan oleh salah seorang guru sukwan. Lucunya, ternyata kupon dari ayahku sudah langsung diserahkan kepada panitia, sebelum jalan santai dilaksanakan. Dan terlambat, potongan kupon yang satu lagi pun sudah dimasukkan dalam kotak kupon.Alhasil, sekolah kami tidak dapat memenangkan doorprize karena apabila kedua potongan kupon dimasukkan, maka dinyatakan gugur.Para guru sudah saling menyalahkan dan disitulah mereka berpencar, tidak tahu siapa yang salah yang pasti tersimpan gurat kecewa dari wajah masing-masing.
untungnya setelah semua nomor kupon doorprize disebutkan, tak ada satupun nomor kupon dari sekolahku yang disebutkan. Oleh karena itu, para guru kembali tertawa bersama-sama mengingat kejadian tadi yang saling menyalahkan tentang memasukan kupon doorprize. Selesai sudah kejadian saat porseni, ternyata bukan kegiatan porseni yang diikuti dengan baik, tapi permasalahn kupon doorprize yang jadi bahan utama untuk datang dalam kegiatan porseni

irda winiar_ tips yang pertama_hari ke 1

Pagi ini, kegiatan rutinanku dimulai pada pukul 04.00 WIB. Sama seperti hari-hari sebelumnya, handphoneku berdering setiap pukul 04.00 pagi.Bukan dari sang pujaan hati ataupun orang yang sengaja iseng, namun panggilan itu dari ibuku tercinta. Beliau membangunkanku setiap hari, karena ayah telah siap menjemputku untuk pergi kerumah ibu. Aku tinggal serumah bersama nenekku, sedangkan ayah dan ibuku diberi rumah dinas dari sekolah. Oleh karena itu, aku tidak tinggal serumah dengan ibu dan ayah.
Aku telah berdiri di depan gang rumah, menunggu ayah. Begitu ada sepeda motor yang mendekat, aku bersiap membawa tas yang berisi pakaian dan perlengkapan untuk mengajar. Aku mengajar di sebuah sekolah dasar, tempat dimana ayah bertugas. Ibuku membuka kantin di sekolah, jadi kegiatan pagi dari pukul empat sampai pukul enam adalah membantu ibu dengan mempersiapkan makanan-makanan yang akan dijual dikantin. Tepat pukul enam tugasku membantu ibu selesai. Selanjutnya, aku mempersiapkan bahan materi pelajaran yang akan disampaikan di kelas nanti. Kemudian mandi dan sarapan, setelah itu siap untuk bertemu dengan para siswa.